Putri Niwert Gading
Karya: Melati Gendis | Kelas 9 MTs Darun Najah
Di sebuah negeri di wilayah Aceh Darussalam, hiduplah seorang raja yang bijaksana dan disegani. Sang raja memiliki seorang putri tunggal yang cantik jelita, budi pekertinya halus, dan kecerdasannya mengagumkan. Putri itu bernama Niwert Gading — nama yang diambil dari sebutir kelapa langka berwarna kuning gading yang hanya tumbuh di taman istana.
Putri Niwert Gading menjadi dambaan para pangeran dan bangsawan dari negeri-negeri tetangga. Namun, sang raja tidak ingin memilih calon suami putrinya hanya berdasarkan harta atau kedudukan. Ia menginginkan menantu yang gagah, cerdas, dan berani. Maka diumumkanlah sebuah sayembara:
“Siapa pun yang berhasil memanjat pohon kelapa gading di taman istana dan memetik buahnya, dialah yang akan menjadi suami Putri Niwert Gading.”
Kabar itu tersebar cepat. Para pangeran, pedagang kaya, bahkan rakyat jelata, datang berbondong-bondong mencoba peruntungan. Namun, pohon kelapa gading itu tidak biasa — batangnya licin, tinggi menjulang, dan dijaga prajurit istana. Tak seorang pun berhasil memanjat sampai puncak.
Di sebuah desa nelayan, hiduplah seorang pemuda bernama Ahmad Muda. Ia anak seorang saudagar sederhana, rajin membantu orang tua, dan terkenal pandai memanjat pohon kelapa. Saat mendengar kabar sayembara itu, hatinya tergelitik. Meski bukan bangsawan, ia memberanikan diri berangkat ke istana.
Hari sayembara tiba. Satu per satu peserta mencoba, tetapi semuanya gagal — ada yang tergelincir, ada pula yang menyerah di tengah jalan. Ketika Ahmad Muda maju, orang-orang mencibir, “Mana mungkin pemuda desa ini bisa menang?” Namun Ahmad tidak goyah. Dengan ketenangan dan teknik yang terlatih, ia mulai memanjat. Tangan dan kakinya bergerak mantap, menempel pada batang licin itu.
Suara sorakan mulai terdengar ketika ia mencapai separuh ketinggian. Sang raja menatap penuh harap, Putri Niwert Gading pun menahan napas. Beberapa saat kemudian, dengan senyum tipis, Ahmad Muda berhasil memetik kelapa gading dan mengangkatnya tinggi-tinggi di hadapan semua orang.
Sorak-sorai pun pecah. Sang raja berdiri dan berkata lantang,
“Inilah pemenangnya! Pemuda yang berani, terampil, dan pantang menyerah. Mulai hari ini, Ahmad Muda adalah suami Putri Niwert Gading!”
Pernikahan mereka berlangsung meriah, dihadiri rakyat dari seluruh penjuru negeri. Pohon kelapa gading itu tetap berdiri kokoh di taman istana sebagai saksi keberanian Ahmad Muda, dan kisahnya diwariskan turun-temurun sebagai legenda tentang keberanian, tekad, dan cinta sejati.
Tulisan Lainnya
Lelahku Bersama Al-Qur’an
Lelahku Bersama Al-Qur’an Karya: Divara Kamelia Penat rasanya… namun aku harus bagaimana? Tak terhitung lagi berapa deret kalam yang telah kulantunkan,
Ramadhan Mubarak
Karya: Azhara | Kelas 8F Ramadhan, bulan ampunan, mendidik jiwa menuliskan ketulusan iman. Di dalamnya hati ditempa, agar lebih sabar dan penuh harap. Aku berharap
Ramadhan Kareem
Karya: Afkarina Auliatul Faizah Bulan yang dinanti seluruh umat Muslim, hadir membawa cahaya dan harapan. Ribuan pahala menghiasi setiap detik, mengalir lembut di antara wak
Ramadhan: Madrasah Kesabaran
Karya: Ridho Taqiyuddin*) Ramadhan, bulan suci nan mulia, hadirmu bagai cahaya yang menyinari jiwa, bulan penuh berkah dan keistimewaan, tempat doa-doa berlabuh dala
Ramadhan
Karya: Dyaz Davian Eka Saputra*) Ramadhan, bulan ampunan, samudra cahaya yang menenangkan jiwa, musim kebaikan yang bersemi di hati, keberkahan yang turun selembut embun pag
Siswa-Siswi MTs Darun Najah Presentasikan Hasil Karya Projek P5
MTs Darun Najah kembali menunjukkan komitmennya dalam menguatkan karakter dan kreativitas peserta didik melalui kegiatan Presentasi Hasil Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Mendapatkan Hatinya
Karya: Nabilatus Syifa | Kelas 8 MTs Darun Najah Sore itu, langit tampak mendung. Kanaya duduk di bangku taman sekolah sambil menunduk, memainkan jemarinya sendiri. Ada rasa aneh yang
Kepala MTs Darun Najah Hadiri Pembinaan dan Penyelesaian EDM-RKTM Tahun 2025
Kepala MTs Darun Najah Petahunan, ustadzah Yu'fiyah Ilmi, S.Pd., M.Pd., menghadiri kegiatan Pembinaan sekaligus Penyelesaian Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madra
Sahabat Selamanya
Karya: Soffiya Adinda | Kelas 7 MTs Darun Najah Di sebuah desa kecil, hiduplah lima sahabat yang selalu bersama sejak kecil. Mereka bernama Salsa, Dian Safira, Aprilia, Ainun, da
Kelinci yang Sombong
Karya: Aliyah Aqilah | Siswi Kelas 8 MTs Darun Najah Dahulu kala, hiduplah seekor kelinci. Kelinci itu bisa berlari sangat cepat. Ia selalu bangga dengan kehebatannya. Suatu hari, ia m